Sejumlah Raja Senusantara Hadiri Diesnatalis Unigal Ke 20

Print More
Sejumlah Raja Senusantara Hadiri Diesnatalis Unigal Ke 20 - Sejumlah Raja Senusantara Hadiri Diesnatalis Unigal Ke 20

UNIGAL, Sejumlah Raja Nusantara dari Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) ikut serta dalam kegiatan dies natalis Universitas Galuh ke 20 dan sekaligus Milangkala Galuh. Kamis (5/4/2018).

Raja yang hadir di antaranya Tondi Hasibuan dari Kerajaan Huristak Padang Walas, H.R.I. Lukman Soemadisoeria dan Permaisuri, Keraton Sumedang Larang, Ratu Kokoda Papua Barat Rustuty Rumagesan, Beby Sang Putri trah Sriwidjaya Palembang, Sultan Sepuh XIV dan Permaisuri Keraton Kasepuhan Cirebon.

Kedatangan para raja ini disambut dengan upacara adat tradisional dari Tatar Galuh di pintu gerbang. Dan menuju gedung auditorium Universitas Galuh dimana kegiatan dies natalis Universitas Galuh ke 20 dilaksanakan.

Wakil Rektor 1 Universitas Galuh DR. Yagus Triana , sekaligus Ketua Panitia Dies Natalis Ke-20 mengatakan para raja dari FSKN sengaja diundang, karena tema besar tahun ini mengupas sejarah dan nilai-nilai filosofis Galuh berkaitan peluncuran kurikulum Intercultular Studies yang akan diterapkan di Universitas Galuh.

"Kita sedang memulai gerakan multi kulturalisme, riset and culture university, dan kultur yang dimaksud bermuara pada nilai-nialai filosofis Galuh. Kita presentasikan di hadapan raja-raja nusantara dan mahasiswa asing summer camp," kata Yagus.

Mahasiswa asing peserta summer camp di antaranya dari Eropa, Asia, Afrika, Amerika, serta dari Universitas Kebangsaan Malaysia dan HCI Thailand.

Menurut Ketua FSKN Adipati Arief Natadiningrat dari Kesultanan XIV Cirebon menuturkan sejak abad 7 hingga 14. Di Indonesia banyak kerajaan yang tumbuh hidup damai, adil dan makmur. "Merupakan kehormatan semua raja-raja se-nusantara bisa hadir di sini. Dilihat dari peta jauh semua. Karena kita ingin mengetahui kehidupan saat ini di galuh Ciamis," ucap Arief.

Menurut dia, kehidupan waktu era kerajaan dulu masih ada sampai sekarang melalui adat tradisi budaya, tidak terlepas untuk mengisi kehidupan bangsa negara ini. "Termasuk di Ciamis ini, perguruan tinggi menggunakan nama Galuh karena memang mengandung filosofi bahwa Galuh ini merupakan jati diri," kata Arief
Sementara Trah Kerajaan Galuh R Hanif Radinal menuturkan kerajaan Galuh merupakan Kerajaan besar, dimana banyak terdapat peninggalannya. "Raja Galuh sesungguhnya raja hati yang mengutamakan hati bersih, memegang teguh kegaluhan. Dalam kesempatan ini juga sekaligus dalam rangka milangkala galuh. Semoga silaturahmi ini menjadi berkah bagi semuanya," ujar Hanif // PTLK / ANDIK ST//

Leave a Reply