PELAKU USAHA KERUPUK CIAMIS TERACAM BANGKRUT

Print More
PELAKU USAHA KERUPUK CIAMIS TERACAM BANGKRUT - PELAKU USAHA KERUPUK CIAMIS TERACAM BANGKRUT

IMBANAGARA RAYA, Puluhan Pelaku Pengrajin Kerupuk Di ciamis berhenti produksi, hal ini di karenakan sulitnya mendapatkan bahan baku kerupuk,

Kelangkaan bahan baku ini sudah di rasakan oleh pelaku pengrajin Kerupuk ciamis hampir lebih dari 4 bulan, salah satunya pengrajin kerupuk dari Kampung Majalaya desa inbanagra raya kecamatan ciamis, DEDY KUSMAYADI pengrajin kerupuk yang sudah megawali usahanya 4 tahun lalu ini, dengan kelangkaan bahan baku ini, menghambat produksinya .

Usaha produksi kerupuk yang memperkerjakan 18 orang itu, hampir gulung tikar , pasalnya bahan baku yang ada di pasaran harga nya sudah tidak wajar, " harga setandar aci perkilo dulunya hanya Rp. 6.000 hingga Rp.7.000,- , namun harga ACI bahan baku kerupuk kini capai Rp.10.000,- ini sangat memberatkan kami sebagai pengrajin kecil, sementara harga jual kerupuk mentah (babangi ) itu di patok sebesar Rp. 12.500 perkilo babanggi. Katanya

Dalam menyiasati hal tersebut dirinya memperkecil cetakan kerupuk, namun untuk bahan dan rasa tidak di kurangi, dikarekan rasa itu sudah menjadi image tersendiri bagi kerupuk yang ber mrek MS ini, sementara pemasaran tak menjadi gendala walaupun ada nya kelangkaan bahan baku, bakkan permintaan pasar sangat tinggi.

DEDY menambahkan dalam satu hari pihaknya baru dapat memproduksi 1.5 ton ACi dengan hasil produksi 1.7 ton, ini tak mencukupi kebutuhan pasar, selama ini krupuk produksi nya di oasarkan ke wilayah Jagotabek dan sebagian jawa tengah,

" saya berharap pemerintah dapat secepatnya turum tangan dalam mengatasi kelangkaan ACI tersebut, karema dengan langkanya ACI ini harga ACI yang ada di pasaran menjadi mahal, dengan mahalnya baaan baku ini kami merugi hingga 65 %. ^ harapnya.

Leave a Reply