Astagfirullah… Miras Oplosan Di Ciamis Telan Korban

Print More
Astagfirullah.. Heboh Miras Oplosan Di Ciamis Telan Korban - Astagfirullah... Miras Oplosan Di Ciamis Telan Korban

CIAMIS, Minuman keras (Miras) oplosan di wilayah hukum Polres Ciamis kembali menelan korban jiwa, kali ini korbannya menimmpa Dodi Bin Sarpan (29), warga Saguling Kolot Rt 04 Rw 07 Desa Saguling, Kec. Baregbeg, Kab. Ciamis yang tewas setelah meneguk miras oplosan yang dibeli di sekitar Pasar Manis Ciamis, Rabu (11/4/2018) lalu.

Sementara rekannya, Wahyu alias Ojo Bin Hendi (28), warga Dusun Balong RT 010 RW 003, Desa Margaharja, Kec. Sukadana, Keb. Ciamis sampai saat ini masih dalam kondisi kritis di RSUD Ciamis.

Astagfirullah.. Heboh Miras Oplosan Di Ciamis Telan Korban 2 1170x658 - Astagfirullah... Miras Oplosan Di Ciamis Telan Korban

Demikian diungkapkan Kapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso, SH, S.Ik, MH saat ekpose kasus di Mapolres Ciamis, Jumat (13/4/2018) seraya mengakui, pihaknya sudah mengamankan seorang diduga pelaku, DY alias Deyung (33), warga Lingkungan Cibitunghilir RT 03 RW 10 Kelurahan Kertasari, Kec. Ciamis, dan masih memburu terduga pelaku lainnya yang sudah dikantongi indentitasnya.

“Pelaku DY kini ditetapkan sebagai tersangka penjual miras oplosan tersebut,” katanya.

Dijelaskannya, kasus tersebut berawal dari informasi adanya seseorang yang meninggal dunia di RSUD Ciamis yang diakibatkan oleh miras oplosan berjenis Minola (suliwa), Rabu (11/4/2018) sekira pukul 03.00. Dari informasi tersebut dilakukan pengembangan kasus hingga berhasil mengamankan DY dan memburu rekannya yang masih buron.

“Tak kurang dari 3.600 botol miras dari berbagai jenis merk diamankan dari operasi selama dua minggu ini. Kami menghimbau kepada masyarakat untuk dapat kerjsama dengan kepolisian dalam menciptakan Ciamis yang bersih dari miras, laporkan pada kami apabila ditemukan adanya peredaran miras maupun yang lainnya,” imbau Kapolres.

Diakuinya, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya hingga mengakibatkan korban meninggal dunia, tersangka dikenakan pasal 204 ayat 1 dan ayat 2 KUHP, dengan ancaman 18 tahun penjara. (Pitaloka/Andik ST)

Leave a Reply