Tradisi Munggahan Sudah Menjadi Tradisi Wajib Sebagai Ajang Silaturahmi

Print More
Tradisi Munggahan - Tradisi Munggahan Sudah Menjadi Tradisi Wajib Sebagai Ajang Silaturahmi

PARIGI, Tadisi Munggahan dalam memyongsong bulan Ramadhan sebagai media silahturahmi di lingkungan DPRD dengan insan media yang ada di Kabupatem Pangandaran, Selasa (15/5/18).

Mungahan adalah tradisi menyongsong bulan suci Ramadhan, Yang biasanya dilakukan oleh masyarakat Jawa barat pada umumnya, menurut ketua DPRD Pangandaran , Iwan Mohammad Ridwan  usai kegiatan " Munggahan bersama Jajaran Sekwan dan Anggota DPRD di aula DPRD Pamgandaran memgatakan " munggahan adalah sudah menjadi tradisi yang turun menurun, mungahan dapat di jadikan suatu anjang silahturahmi".

Munggahan adalah tradisi masyarakat Islam suku Sunda untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan yang dilakukan pada akhir bulan Sya'ban (satu atau dua hari menjelang bulan Ramadhan)." Munggahan berasal dari Bahasa Sunda unggah yang berarti naik, yang bermakna naik ke bulan yang suci atau tinggi derajatnya" katanya

" Bentuk pelaksanaannya bervariasi, umumnya berkumpul bersama keluarga dan kerabat, makan bersama (botram), saling bermaafan, dan berdoa bersama. Selain itu, ada pula yang mengunjungi tempat wisata bersama keluarga, berziarah ke makam orang tua atau orang saleh, atau mengamalkan  sedekah munggah  (sedekah pada sehari menjelang bulan puasa)." Jelasnya

Tradisi munggahan dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah, untuk membersihkan diri dari hal-hal yang buruk selama setahun ke sebelumnya dan agar terhindar dari perbuatan yang tidak baik selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Tambahnya

Tradisi Munggahan juga dapat menjadi kan moment dalam meningkatkan kunjungan Pariwisata di kabupaten Pangandaran, tak sedikit wisata yamg datang di obyek wisata yamg ada di kabupaten Pangandaran, seperti Pantai pasir Putih, Cagar Alam, Grandkenyon, batu hiu, dan lainnya, " dengan adanya moment Munggahan ini kami mengharap daoat di manfaatkan sebaik baiknya, di berbagai bentuk pelayanan Pariwisata". Pungkasnya.

Leave a Reply