Unit Dikyasa Tasikmalaya Suskeskan Millennial Road Sefety Festival Di SMKN 3 Kota Tasikmalaya

Print More
Unit Dikyasa Tasikmalaya Suskeskan Millennial Road Sefety Festival Di SMKN 3 Kota Tasikmalaya - Unit Dikyasa Tasikmalaya Suskeskan Millennial Road Sefety Festival Di SMKN 3 Kota Tasikmalaya

Tasikmalaya, Radiopitalokafm.com -- Unit Dikyasa satuan lalulintas Polres Tasikmalaya Kota, dalam mensukseskan program millennial road sefety festival, merangkul siswa siswi sekolah menengah kejuruan Negeri ( SMKN) 3 Kota Tasikmalaya.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberdayakan kaum millennial seperti para pelajar, untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancara berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Sosialisasi program millenial 771x434 - Unit Dikyasa Tasikmalaya Suskeskan Millennial Road Sefety Festival Di SMKN 3 Kota Tasikmalaya

Rangkaian acara ini sudah digelar melalui sosialisasi terhadap siswa siswi di halaman SMKN 3 Kota Tasikmalaya, Kamis (17/01/2019).

Rencananya millenial road safety festival akan digelar serentak di tanah air oleh kepolisian mulai 2 februari hingga 30 maret 2019. Polda Jawa Barat sendiri rencananya akan melaksanakan kegiatan ini 23 maret mendatang.

“Terbentuknya budaya tertib berlalu lintas khusunya digenerasi millennial dibuktikan dengan adanya peningkatan kualitas keselamatan dijalan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan,” kata Kasat Lantas Polres Tasikmalaya AKP ANDRIYANTO, SH, MH.

Selain di SMKN 3 Tasikmalaya, Polres Tasikmalaya Kota, juga sosialisasi juga di seluruh sekolah SMA dan SMK di Kota Tasikmakaya. Berdasarkan data Satlantas Polres Tasikmalaya, kejadian laka lantas di tahun 2018 sebanyak 112 kejadian, atau mengalami kenaikan sebanyak 3 kejadian yang mengakibatkan 63 orang meninggal dunia, 38 orang mengalami luka berat dan 100 orang luka ringan dengan jumlah kerugian sebanyak Rp 213.850.000.

Sementara tahun 2017 lalu, dari 109 kejadian laka lantas, terdapat korban sebanyak 77 orang meninggal dunia, 12 orang luka berat dan 92 orang luka ringan dengan jumlah kerugian mencapai Rp 114.500.000.

“Kenaikan juga terjadi pada kasus pelanggaran lalu lintas sebanyak 146 kasus atau 0,64 persen. Tahun 2017 tercatat sebanyak 22.794 pelanggaran dan meningkat di tahun 2018 menjadi 22.940 pelanggaran. Melalui program ini kita ingin menekan angka laka lantas dan pelanggaran itu,” pungkasnya (Andik. ST)

Leave a Reply