PEGAWAI HONORER CIAMIS, CABULI GADIS 15 TAHUN

Print More
CABUL 01 - PEGAWAI HONORER CIAMIS, CABULI GADIS 15 TAHUN

Mapolres, Radiopitalokafm.com – Pemuda 27 tahun yang bekerja sebagai pegawai honorer asal Ciamis, di jemput paksa oleh polisi, pasalnya pemuda tersebut terlah dilaporkan oleh keluarga korban atas perbuatan pencabulan, kepada gadis 15 tahun sebut saja Bunga.

AKBP Bismo Teguh Prakoso Kapolres Ciamis, mengatakan pengunkapan kasus ini, berdasarkan dari lapoaran Orang tua korban, yang melaporkan tersangka atas perbuatan bejatnya terhadap anaknya. Menurut penuturan orang tuanya, berawal dari kecurigaan orang tua korban, melihat tingkah laku anaknya , yang tak biasanya. Bunga ( Korban) pun berterus terang kepada ibunya, mengatakan kejadian yang sebenarnya. Bawa dirinya ( korban) telah di Cabuli oleh pemuda yang dikenalnya lewat aplikasi kencan online.

Mendengar pengakuan dari anak tersebut, ibu korban kemudian melaporkan perbuatan bejat Pegawai Honorer tersebut ke Polisi.

Tersangka ini kenal dengan korban melalui aplikasi kencan online, selanjutnya  keduanya saling berkomunikasi dan janjian bertemu, ketemuan kali pertama tersangka membujuk korban ( bunga ) untuk ditemani di tempat kos tersangka, ditempat itulah awal mulanya nafsu bejat tersangka tak terbendung, walaupun korban ( bunga ) sudah menolak dan berontak. Jelas bismo saat Konferensi Pers di Markas Komando Polisi Resort Ciamis, Rabu (23/1/2019).

“Korban (bunga) pun terpaksa menemui tersangka, berniat untuk minta pertanggungjawaban karena takut orang tuanya, bawah dirinya ( bunga ) telah dicabuli oleh tersangka. Pertemuan kedua pun, terjadi, tersangka dengan bujuk rayunya mengajak korban berjalan jalan dengan mengunakan kendaraan roda empat milik orang tuanya, Nafsu bejat pun muncul ditempat yang sepi, pencabulan keduan tersangka laukan di jok belakang mobilnya.” ungkapnya.

Masih Bismo, Ketiga kalinya pelaku kembali menghubungi korban (bunga) untuk diajak bertemu, namun Korba langsung menolak, kemudian tersangka mendatangi rumah korban, dan ancam korban,

 “Ketika rumah korban sepi, pelaku langsung melakukan perbuatan bejatnya. Namun korban melawan dan berteriak, kemudian pelaku membekam mulutnya dan mencakar korban, namun korban kembali melawan dan akhirnya bisa melarikan diri,” jelasnya.

Setelah adanya laporan, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan penangkapan tersangka. Dari tersangka polisi mengamankan barang bukti, satu potong kemeja panjang, satu potong celana jeans, satu potong celana dalam, dan satu potong kerudung,” pungkasnya.

Untuk mempertangungjawabkan perbuatanya, tersangka dijerat dengan pasal 81 (2) dan pasal 76 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.( Andik ST).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *