BUPATI. BURSA INOVASI DESA DIHARAPKAN JADIKAN DESA MANDIRI

Print More
Bursa inovasi desa - BUPATI. BURSA INOVASI DESA DIHARAPKAN JADIKAN DESA MANDIRI

Bursa Inovasi Desa Zona III tingkat Kab. Ciamis

Cikoneng. Radiopitalokafm.com -- Bursa Inovasi Desa Zona III Kabupaten Ciamis, ini merupakan sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di Desa-Desa di lingkup 5 Kecamatan.

Bupati ciamis Herdiat sunarya yang memberikan arahan pada peserta Bursa Inovasi Desa yang di selenggarakan di gedung Dakwah desa Cikoneng kemarin kamis, 1 Agustus 2019.

bupati ciamis Herdiat Sunarya - BUPATI. BURSA INOVASI DESA DIHARAPKAN JADIKAN DESA MANDIRI

Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya

Herdiat mengatakan, Bursa Inovasi Desa ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Model Pengelolaan Inovasi di Tingkat Kabupaten.

" ini adalah trobosan untuk mempercepat program pertumbuhan pembangunan desa, dan diharapkan desa desa ini dengan program unggulan dapat menjadi desa mandiri' kata bupati

Bursa Inovasi Desa yaitu untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa akan solusi bagi penyelesaian masalah, serta inisiatif atau altenatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka penggunaan dana desa yang lebih efektif dan dan inovatif. jelasnya

Masih Bupati, kegiatan-kegiatan yang akan dipamerkan dalam Bursa Inovasi Desa yakni kegiatan-kegiatan yang bernilai inovatif dalam pembangunan desa yang bukan dalam bentuk barang tetapi dalam bentuk ide-ide kreatif yang lahir dan berkembang di desa-desa.

"Tujuan dari Bursa Inovasi Desa, antara lain Mendiseminasikan informasi pokok terkait Program Inovasi Desa (PID) secara umum, serta Program Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa secara khusus." ujarnya

Sementara Kepala Badan Pemperdayaan Masyarakat Desa H. Lili Romli, SH.MM mengatakan Bursa Inovasi Desa ini untuk menginformasikan secara singkat pelaku-pelaku program di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa. dan juga memperkenalkan inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa dalam menyelesaikan masalah dan menjalankan kegiatan pembangunan.

"Membangun komitmen replikasi, menjaring inovasi yang belum terdokumentasi. membagi informasi Penyedia Jasa Layanan Teknis (PJLT)." kata Lili

Untuk diketahui bahwa Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Desa memiliki dua kewenangan khusus, yaitu kewenangan berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal skala Desa. Untuk mendukung desa dalam pelaksanaan kedua kewenangan tersebut, Pemerintah telah mengucurkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) sejak tahun 2015. Dengan adanya kuncuran dana ke desa-desa, diharapkan desa berkemampuan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya secara efektif, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa" Jelas Lili

Namun, disadari bahwa kapasitas Desa dalam menyelenggarakan pembangunan dalam perspektif “Desa Membangun”, masih terbatas. Keterbatasan itu tampak dalam kapasitas aparat Pemerintah Desa dan masyarakat, kualitas tata kelola Desa, maupun sistem pendukung yang mewujud melalui regulasi dan kebijakan Pemerintah yang terkait dengan Desa. tegasnya.

"dampaknya yaitu kualitas perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pemanfaatan kegiatan pembangunan Desa kurang optimal dan kurang memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa". ujarnya

Pembangunan desa lebih terfokus pada kegiatan infrastruktur seperti pembuatan rabat beton, pembangunan gedung, dll. Sedangkan, kegiatan-kegiatan yang bersifat pemberdayaan masyarakat porsinya dalam APBDes (Anggaran Pendapatan Belanja Desa) masih sangat minim.

Oleh karena itu, Program Inovasi Desa (PID) dimunculkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan kapasitas desa dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas.pungkasnya (andik st).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *