CIAMIS. PENGGUNA DAN PENGEDAR OBAT TERLARANG DIBEKUK POLISI

Print More
Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso - CIAMIS. PENGGUNA DAN PENGEDAR OBAT TERLARANG DIBEKUK POLISI

MAPOLRES CIAMIS, Radiopitalokafm.com -- Jajaran Satuan Narkoba Polres Ciamis berhasil mengamankan seorang pengedar obat terlarang sediaan farmasi jenis Trihexyphenidyl dan seorang pelaku, pemakai/pengguna narkotika jenis sabu-sabu.

Hal tersebut dikatakan Kapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso, yang didampingi oleh Kasubag Humas, Iptu Iis Yeni Idaningsih, dan KBO Narkoba, Ipda Edi Permadi dalam Konferensi Pers di Mapolres Ciamis, Rabu (28/08/2019).

Menurut Bismo, pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika adalah OJ, 47 thn,  Warga Perum Tajur Indah No.90 Rt 01 Rw 07 Kel. Panyingkiran Kec. Indihiang Kota Tasikmalaya,  dengan modus operandi pelaku sebagai pemilik, pemakai/pengguna.

Dari tersangka OJ, polisi mengamankan barang bukti berupa enam bungkus plastik klip kecil transparan yang di dalamnya berisi serbuk kristal yang diduga narkotika jenis sabu-sabu, satu buah tas selendang warna hitam merk greenlight, satu buah kantong kain kecil warna kuning berisi satu buah alat hisap/bong yang terbuat dari botol kecil, empat buah korek gas, satu buah kotak kecil warna pink berisikan tiga buah cangklong kaca, dan satu bungkus bekas rokok.

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso BB - CIAMIS. PENGGUNA DAN PENGEDAR OBAT TERLARANG DIBEKUK POLISI

Barang Bukti Narkoba

“Menurut pengakuan tersangka, barang haram tersebut dibeli tersangka dengan harga Rp1,6 juta,” jelas Bismo.

Atas perbuatannya, OJ melanggar pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009  tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling sedikit 4 tahun paling lama 12 tahun penjara, dengan denda paling sedikit Rp800 ribu dan paling banyak Rp8 milyar.

Sementara seorang tersangka lainnya, yaitu NH (22) seorang buruh, warga Kampung Cimanggu I Rt 14 Rw 07 Desa Sukamenak, Kec. Sukaresik Kab. Tasikmalaya.

Menurut Kapolres, pelaku tersebut melakukan tindak pidana menyimpan dan mengedarkan sediaan farmasi jenis obat Trihexyphenidyl dengan modus operandi sebagai pengedar obat jenis tersebut.

Barang bukti yang diamankan antara lain 110 butir sediaan farmasi jenis obat Trihexyphenidyl dan uang hasil penjualan Rp80 ribu.

“Atas perbuatanya melanggar pasal 196 jo pasal 198 UU No.36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1 milyar,” tegasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *