SINDANGKASIH. KARENA KESAL, SEORANG AYAH TEGA MENUNUH ANAK TIRINYA

Print More
KAPOLRES CIAMIS 01 - SINDANGKASIH. KARENA KESAL, SEORANG AYAH TEGA MENUNUH ANAK TIRINYA

Mapolres Ciamis, radiopitalokafm.com – ADR (23) Dusun Gandasari RT. 11 RW. 13 Desa Gunungcupu, ditetapkan sebagai tersangka karena atas perbuatannya hingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, dan ternyata adalah anak tirinya sendiri.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso dalam Konferensi Pers di Halaman Mapolres Ciamis, didampingi Wakapolres Ciamis, Kompol Lalu Wira Sutriana, Kasat Reskrim, AKP Risqi Akbar, dan Kasubag Humas, Iptu Hj. Iis Yeni Idaningsih, Selasa (22/10/2019).

Kapolres menjelaskan, seorang anak dibawah umur lima tahun (balita), APSB (3) warga kampung Cibungkul RT. 02 RW. 13 Desa Sukamaju Kaler, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis  terpaksa mengakhiri hidupnya akibat perbuatan ayah tirinya yang melakukan penganiayaan tanpa sepengetahuan ibu kandungnya

Pembunuhan balita berhasil diungkap Satuan Reserse Polres Ciamis dan menetapkan tersangka ADR (23) Dusun Gandasari RT. 11 RW. 13 Desa Gunungcupu, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis karena perbuatannya hingga hilangnya nyawa seseorang, dan ternyata adalah anak tirinya sendiri.

Menurut Kapolres dari pengakuan pelaku, Kejadian tersebut berawal ketika tersangka ADR yang juga ayah tiri korban, pada Senin (21/10/2019) tengah malam kepada istrinya, Yesi Mulyasari (26) meminta ijin untuk membawa korban untuk dititipkan ke orangtuanya (nenek korban) di Sidangkasih.

“Tersangka menitipkan korban ke neneknya di Sindangkasih karena saat itu korban rewel terus, sementara istrinya (ibu korban) dalam keadaan hamil,” kata Kapolres.

Kapolres menambahkan, ditengah perjalanan tersangka menghentikan motornya dan meminta korban untuk diam dan tidak rewel terus, namun korban terus menerus menangis hingga tersangka kesal dan beberapa kali memukul tubuh korban hingga jatuh tersungkur dengan luka di beberapa bagian tubuhnya.

“Tersangka yang kemudian dikletahui sedang dalam pengaruh alkohol itu semakin emosi, sehingga tega memukul tubuh anak tirinya itu hingga tersungkur,” jelasnya.

Diduga, pemukulan tersangka terhadap korban akibat pengaruh minuman keras, karena berdasarkan pengakuan ayah tiri yang kesehariannya bekerja mengurus peternakan ayam di Ciawi ini, sebelum pulang sempat telah mengkonsumsi miras jenis ciu.

Ketika sampai di rumah, dirinya merasa kesal karena korban rewel dan nangis terus, akhirnya dibawah pengaruh alcohol itulah tersangka berniat menitipkan anak tirinya ke neneknya dan dalam perjalanan melakukan penganiayaan.

Seperginya korban dengan ayah tirinya, ternyata membuat gundah dan cemas ibu kandung korban, dan saat itu pun langsung menghubungi mertuanya untuk memastikan keberadaan anak kandungnya. Tenryata kecemasannya menjadi saat mertuanya tidak mengetahui keberadaan anak dan cucunya itu.

Ibu korban yang sedang hamil itu pun memutuskan untuk berangkat ke rumah mertuanya, namun dalam perjalanan mendapat kabar anaknya berada di Puskesmas Sindangkasih dengan sejumlah luka lebam di sekujur tubuhnya.

Mengetahui luka yang diderita korban, pihak puskesmas tidak sanggup menangani, akhirnya korban dirujuk ke Rumah Sakit Jasa Kartini Tasikmalaya dan langsung mendapat perawatan, namun takdir berkata lain, meskipun pihak rumah sakit sudah berusaha namun korban menghembuskan nafas terakhir.

Untuk mempertanggunjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 76 C Jo Pasal 80 ayat 3 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau denda paling banyak Rp3 milyar.(ast)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *