Bupati Pangandaran : KITA BUKAN DOB LAGI

Print More
a657b9dd 7681 4252 9310 09995b1fbd93 - Bupati Pangandaran : KITA BUKAN DOB LAGI

Bertempat di halaman Kantor Bupati Pangandaran, Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata menjadi Pembina Upacara Hari Kesadaran Nasional tingkat Kabupaten Pangandaran, Kamis,17/1/ 2019.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulannya ini diikuti oleh Sekda Kabupaten Pangandaran Mahmud, SH MH, Kepala Kemenag dan jajaranya , Staf Ahli, Asisten, Kepala Dinas, Kepala Badan, Eselon III, IV, Camat dan PNS lingkup Kabupaten Pangandaran.

Menurut Bupati Pangandaran dalam pidatonya mengatakan kegiatan ini menjadi momen yang berbahagia dimana bisa melaksanakan Upacara Kesadaran Nasional bersama - sama.

" Upacara Kesadaran Nasional ini menjadi momentum bagi kita untuk bekerja lebih baik, kita evaluasi kegiatan kita setahun yang lalu, mana sudah baik mana yang belum, yang belum baik kita akan perbaiki terus yang penting kita mampu bersama - sama " ujarnya.

153a83cb aac0 4bf3 aae0 1a0bfdeaa430 771x514 - Bupati Pangandaran : KITA BUKAN DOB LAGISelanjutnya beliau mengungkapkan, Kabupaten Pangandaran keberadaanya sudah sejajar dengan kabupaten/ kota yang ada di indonesia.
“ Kita bukan Daerah Otonomi Baru lagi, Kita bukan lagi berada pada masa transisi , tetapi kita sudah sama dengan daerah - daerah lain, untuk itu masing-masing harus sudah paham dan mengerti dengan tupoksinya, Saya bersama Pak Wakil tak akan berhasil menjalankan pembangunan apabila tidak ada kerjasama yang baik anatara seluruh setakeholders yang ada di Pangandaran” tambahnya.

Menurutnya dijaman ini bukan yang besar mengalahkan yang kecil, tetapi yang cepat mengalahkan yang lambat ukurannya bagaimana kita mampu membuat kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat.

Masih menurut Bupati, bahwa kebijakannya mengurangi anggaran di beberapa dinas merupakan suatu keputusan dalam usaha mensejahterakan masyarakat.

“ Masa jabatan Saya dan Pak Wabup pada tahun 2021 akan berakhir, kami punya waktu 2 tahun lagi, waktu yang sedikit, sedang tujuan pemekaran ini ingin masyarakat lebih baik, lebih sejahtera, untuk itu kita harus mampu membalikan kondisi agar masyarakat merasakan dari pemekaran wilayah maka kami mengeluarkan kebijakan anggaran yang semi radikal” ungkapnya

Beliaupun menyampaikan Anggaran di dinas- dinas ada yang dikurangi hal ini guna mengutamakan kepentingan yang lebih utama “ Memang tahun ini anggaran kita efisenkan tetapi itu untuk kepentingan masyarakat,
anggaran di dinas -dinas ada yang di kurangi bukan tidak penting, itu penting tetapi ada yang lebih penting”

Bupatipun mencontohkan kita membangun Rumah Sakit. “ Kita akan membangun rumah sakit yang seadanya atau rumah sakit yang mempunyai visi kedepan, sebagai daerah tujuan dari wisata dunia tentu saja kita memilih membangun rumah sakit yang mempunyai visi kedepan maka kita bangun RSU ini dengan dana sebesar Rp. 238 miliar lebih, ini belum ditambah dengan pembelian alat alat kesehatan.
“ Banyak jalan menuju roma itu mungkin pribahasnya, Alhamdulilah untuk memenuhi kekurangnnya kita mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dan dari pemerintah provinsi”

Kata Beliau pada tahun 2019 ini menjadi momentum bagi Kabupaten Pangandaran dimana kita akan mengalami berbagai perubahan.
“ ditahun 2019 ini menjadi momentum membahagiakan bagi Kabupaten Pangandaran, ditahun ini berbagai pembangunan yang sedang di jalankan Pemerintah akan selesai, seperti pembangunan RSU, penataan Pantai Timur Pantai barat pangandaran, PIAMARI, infrastruktur, puskesmas dll.

Di akhir pidatonya bupati Pangandaran mengharapkan kepada seluruh jajaran agar terus berupaya bekerja semaksimal mungkin “ Semua dinas kita dorong agar mereka mau berkomunikasi kemana pun.Upaya terus menerus jangan berhenti, Kita besama sama harus kompak. selamat bekerja semoga tahun ini lebih baik lagi” pungkasnya (Andik ST/ Photo/Humas/adesoed)

Leave a Reply