TERPAKSA DI DOR BETISNYA, MELAWAN SAAT MAU DITANGKAP

Print More
residivis 3 kali  - TERPAKSA DI DOR BETISNYA, MELAWAN SAAT MAU DITANGKAP

Mapolres, Radiopitalokafm.com – Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polisi Resort Ciamis, terpaksa melakukan tindakkan terukur dengan menembak kaki kanan bagian betis, tindakan tersebut dilakukan pelaku mencoba melawan dan akan melarikan diri,  saat akan meringkus pelaku pencurian di sebuah rumah kosong dan sekolahan di wilayah hokum Polsek Pangandaran.

Pelaku tersebut adalah berinisial YS (49) warga Dusun Pasirkiara, Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, yang merupakan Residivis kasus pencurian yang telah menjalani hukuman di Lapas Ciamis sekitar 3 kali.

“Diamankanya YS, pelaku pencurian di rumah kosong dan sekolahan. sesuai penyidikan petugas dan laporan dari masyarakat setempat,” ujar Kapolres Ciamis, AKBP. Bismo Teguh Prakoso, saat Konferensi Pers di Markas Komando Polisi Resort Ciamis, Rabu (23/1/2019).

Bismo mengatakan, tersangka melakukan terakhirnya ketika mencuri di salah satu sekolah di Sukaresik, Kabupaten Pangandaran. Dari situ tersangaka melakukanya dengan cara mencongkel pintu sekolah dengan menggunakan linggis, kemudian tersangka langsung membawa barang berupa bwrang-barang elektronik dan barang-barang dapur dengan cara memasukan barangnya ke dalam karung.

“Tersangka juga sempat tidur dalam salah satu ruangan sekolah tersebut, kemudian tersangka menjual barang hasil curianya kepada salah satu warga di Pangandaran,” ungkapnya.

BB 336x227 - TERPAKSA DI DOR BETISNYA, MELAWAN SAAT MAU DITANGKAP

Barang Bukti

Tersangka telah melakukan pencurian sebanyak 13 kali. 12 kali di wilayah hukum Polsek Parigi, 1 kali di wilayah hukum Polsek Cijulang. Tersangka juga merupakan Residivis kasus pencurian yang telah 3 kali keluar masuk bui. tambah Bismo.

“Tersangka melakukan perlawanan kepada petugas, disaat penangkapan, maka petugas melakukan penembakan disalah satu kaki betis kanan tersangka,” jelasnya.

Sementara, dari tersangka YS, dengan barang bukti berupa satu buah linggis, satu buah obeng panjang yang merupakan alat tersangka untuk mencongkel pintu dan satu buah karung. Kemudian petugas juga menyita barang bukti hasil curian tersangka yaitu, satu unit speker aktif, satu buah kompor gas dan satu buah tabung gas.

Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHPidana, dengan hukuman pidana sekitar 9 tahun penjara,” pungkasnya ( Andik ST ).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *