ONE WAY PILIHAN EFEKTIF DI LAKUKAN, ATASI MACET DIJALUR CIKALEDONG – NAGREK – GENTONG

Print More
kapolres garut - ONE WAY PILIHAN EFEKTIF DI LAKUKAN, ATASI MACET DIJALUR CIKALEDONG - NAGREK  – GENTONG

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna

Garut, radiopitalokafm.com – Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik dan kemacetan di saat musim arus mudik dan arus balik yang biasanya terjadi di jalur Cikaledong atau perbatasan Bandung ke Gentong, akan dilakukan buka tutup atau one way.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan secara garis besar semua jalur wilayah di Kabupaten Garut bisa dilalui oleh pengguna jalan. Namun, pihaknya terus melakukan pengecekan baik di jalur utama atau jalur alternatif.

"Minggu ini kita akan siapkan pos-pos pengamanan, sehingga minggu depan semua sudah siap beroperasi," katanya, Jumat (24/5/2019) malam.

Masih Budi, pihaknya terus melakukan persiapan untuk mengantisipasi kemacetan yang biasanya selalu terjadi pada saat musim arus mudik dan arus balik. Walaupun prediksi puncak arus mudik Lebaran 2019/1440 H yang melalui wilayah Garut,  akan terjadi pada 29 hingga 31 Mei.

“Prediksian kita arus mudik pada Lebaran kali ini tak akan sepadat tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, masyarakat yang ingin pulang ke kampung halamannya. Karena sudah banyak jalan tol yang dibuka.” Kta dia.

Walaupun demikian, pihaknya juga telah menyiapkan jalur-jalur alternatif untuk dilalui jika terjadi  kemacetan parah. pihaknya juga telah merancang rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan.

"Untuk jalur Cikaledong atau perbatasan Bandung ke Gentong perbatasan Tasikmalaya, akan lebih efektif hanya menggunakan buka tutup. Namun kita akan lihat dari presentase kendaraan untuk berapa kali one way," kata dia.

Rekayasa One Way juga akan dilakukan walaupun akan dilakukan situasional, untuk jalur mudik wilayah Cilawu atau perbatasan Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya, buka tutup akan dilakukan situasional. Meskipun  harus dilakukan buka tutup arus kendaraan, pemberlakukan rekayasa lalu lintas di wilayah itu tidak akan lama seperti wilayah Cikaledong atau perbatasan Bandung ke Gentong perbatasan Tasikmalaya.

Tambah Budi, untuk kondisi jalur alternatif, tepatnya jalur-jalur biasanya juga akan dilalui para pemudik jika jalr utama tersendat,  pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut,. "Alhamdulillah sudah beberapa yang diperbaiki," jelasnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam saat musim arus mudik dan arus balik, aparat kepolisian juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait. Pasalnya, wilayah Kabupaten Garut, khususnya wilayah selatan, merupakan daerah rawan bencana, lantaran kontur jalan berbukit dan dekat dengan laut.

Masih Budi, di titik-titik rawan tersebut  pihaknya akan bersiaga bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut. dan sejumlah alat berat juga akan disiapkan di lokasi yang mudah untuk menjangkau wilayah rawan bencana.

Terkait masih beropasinya delman dan sering adanya pasar tumpah saat arus mudik, Budi mengatakan, hal itu tengah menjadi pembahasan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. Menurut dia, biasa penarik delman akan dihentikan sementara ketika arus mudik dan arus balik. "Mudah-mudahan minggu depan sudah terealisasi untuk pembatasan. Biasanya akan ada kompensasi, walaupun tidak banyak tapi sesuai dengan jam saja," kata dia.(AST).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *