PENTINGNYA RADIO SIARAN DALAM MITIGASI BENCANA

Print More
Dr. Sumadi M.Ag  - PENTINGNYA RADIO SIARAN DALAM MITIGASI BENCANA

peran radio dalam mitigasi bencana

Pangandaran, radiopitalokafm.com  -- BPBD Kabupaten Pangandarn terus upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

Mitigasi ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nana Ruhena saat menjadi Narasumber leterasi Informasi bencana untuk pengelolaan radio siaran dan radio komunitas, digedung Tourist Information Center , Sabtu 3/8/2019.

NANA RUHENA KEPALA BPBD KABUPATEN PANGANDARAN 01 - PENTINGNYA RADIO SIARAN DALAM MITIGASI BENCANA“Dalam mitigasi Bencana Radio, siaran maupun radio komunitas itu perannya sangat penting, pasalnya radio mempunyai ruang tersendiri yang sangat luas jangkaunya, dengan sekali kita suarakan mitigasi ini akan jutaan telinga akan mendengarkannya”. Kata Nana

Menurut Nana, Radio, merupakan media elektronik yang tidak hanya murah, tetapi juga dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, bahkan daya jangkau siaran Radio sampai ke segala pelosok dengan frequensi yang dapat dicari hanya dengan berbekal 4 atau 6 butir baterai dan antena radio atau "kabel merah/hitam" yang dililit untuk mendapatkan pancaran sinyal radio.

“Radio berperan penting, yang sangat membantu kami untuk mengetahui/mendengar siapa atau tempat mana yang selamat dari bencana, dimana bisa mendapatkan bantuan, akses menuju ke lokasi bantuan, dan mencoba untuk mencari keluarga yang selamat”. Tambah Nana

Dengan adanya radio radio siaran dan radio komunitas yang ada di Pangandaran, ini memberikan tenaga baru kami dalam Mitigasi Bencana, khususnya diwilayah BPBD Pangandaran. Ungkap Nana.

Sementara, Dr. Ute Lies Siti Khodijah Narasumber dari Universitas Pajajaran Bandung, mengataakan di era sekarang sebenarnya radio siaran itu masih sangat di minati oleh banyak masyarakat.

20190803 115546 - PENTINGNYA RADIO SIARAN DALAM MITIGASI BENCANA

Dr. Ute Lies Siti Khodijah  dari Universitas Pajajaran Bandung

Menurut Ute, Radio merupakan salah satu bentuk media khususnya penyiaran yang menjadi alternatif strategis untuk melakukan komunikasi kepada masyarakat guna membangun kultur budaya sadar bencana. Upaya yang berkelanjutan dan lintas generasi tentu sangat diperlukan untuk membangun kesiapsiagaan dalam menghadapi dan pengurangan risiko bencana.

“Radio itu dapat di pertangung jawabkan karena berita radio, selalu dengan recaman Voice narasumber,  inilah yang kami katakan radio dalam menyuguhkan informasi selalu dengan sumber yang berkompeten”. Jelas Ute.

Dalam bencana alam yang sulit diramalkan seperti halnya gempa bumi dan tsunami, agak sulit memang bagi media massa untuk memberikan peringatan dini. Namun, jika proses sosialisasi informasi tentang sadar bencana ini dilakukan secara berkelanjutan, masyarakat akan terus-menerus diingatkan mengenai ancaman bencana dan akan lebih sigap dalam memberikan respons. Keikutsertaan masyarakat di dalam Manajemen bencana perlu terus dijaga dan terus dikembangkan. Pungkasnya.

Manajemen penanggulangan bencana merupakan salah satu tanggung jawab pemerintah pusat maupun daerah bersama-sama masyarakat dalam rangka mewujudkan perlindungan yang maksimal kepada masyarakat beserta aset-aset sosial, ekonomi dan lingkungannya dari kemungkinan terjadinya bencana. ( ast )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *