BULAN AGUSTUS, INFLASI KOTA TASIKMALAYA TERKENDALI

Print More
INFLASI 1170x813 - BULAN AGUSTUS, INFLASI KOTA TASIKMALAYA TERKENDALI

Kota Tasikmalaya, Radiopitalokafm.com -- Bank Indonesia kantor perwakilan Tasikmalaya menyatakan, Inflasi Kota Tasikmalaya bulan Agustus 2019 rendah dan terkendali, yaitu secara bulanan tercatat 0,04% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,19% (mtm).

Eman Patria Kepala Tim Bank Indonesia kantor perwakilan Tasikmalaya menyebut, Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan inflasi Provinsi Jawa Barat yang sebesar 0,39% (mtm) dan Nasional 0,12% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, inflasi tahunan tercatat 2,08% (yoy) dan inflasi tahun berjalan sebesar 1,78% (ytd).  Dan berdasarkan disagregasinya, pada bulan Agustus terpantau 5 kelompok mengalami inflasi, 1 kelompok mengalami deflasi yaitu Kelompok Bahan Makanan, dan 1 kelompok stabil yaitu Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan.

Eman Patria Kepala Tim Bank Indonesia kantor perwakilan Tasikmalaya - BULAN AGUSTUS, INFLASI KOTA TASIKMALAYA TERKENDALI

“Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga yang mengalami Tekanan inflasi tertinggi hingga 1,15% (mtm), dengan naiknya harga pada sub-kelompok Pendidikan, sebesar 0,07% terhadap inflasi umum.” Jelas Eman( Jum`at,6/9/2019).

Disektor biaya pendidikan pada periode tahun ajaran baru juga, mendorong inflasi yang meningkat 8,92% (mtm) dengan andil 0,032% terhadap inflasi. Jelasnya

Sementara pada Komoditas, tekanan utama inflasi masih berasal dari kenaikan harga cabai, baik cabai merah (andil 0,048%), cabai rawit (andil 0,028%), maupun cabai hijau (andil 0,025%) yang disebabkan oleh terbatasnya pasokan dari hasil panen pada akhir Juni yang tidak setinggi perkiraan. Namun pada akhir Agustus hingga saat ini, harga cabai sudah berangsur turun sehubungan dengan telah dilakukan panen di beberapa daerah di Priangan Timur, termasuk Garut.

Secara umum tekanan inflasi dapat tertahan oleh deflasi pada kelompok bahan makanan yang masih merupakan efek normalisasi harga pangan pasca Idul Fitri. Inflasi pangan tercatat -0,51% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,81% (mtm). ungkapnya

“Komoditas penyumbang utama deflasi adalah tomat sayur (andil -0,083%), tomat buah (andil -0,040%), bawang merah (andil -0,034%), jeruk (andil -0,033%), dan ketimun (andil -0,020%).”Katanya.

TPID Kota Tasikmalaya terus bersinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Tasikmalaya dalam rangka upaya pengendalian inflasi, dengan melaksanakan rangkaian Gelar Pangan Murah pada 3 Kecamatan di Kota Tasikmalaya yang antara lain menjual komoditas beras, selada, bawang daun, cabai merah, dan telur asin.

TPID Kota Tasikmalaya akan segera menyelenggarakan program unggulan “Kota Tasikmalaya Sadar Inflasi” yang memperebutkan penghargaan Walikota Awards 2019.pungkasnya.(andik st).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *