INALILAHI.. SEORANG NELAYAN PANGANDARAN TERSERET ARUS SAAT MENOLONG PERAHU REKANNYA YANG TROUBLE

Print More
20191002 141447 1170x658 - INALILAHI.. SEORANG NELAYAN PANGANDARAN TERSERET ARUS SAAT MENOLONG PERAHU REKANNYA YANG TROUBLE

PANGANDARAN, radiopitalokafm.com - Seorang Nelayan Elan Suherlan (47) warga Jl Pantai Indah Blok Bojong Genteng RT 13/ 06 DS Batukaras Kec Cijulang Kab Pangandaran, hilang usai melaut di perairan Muara Sungai Bojong Salawe, Dusun Karang Jaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Selasa (2/10/2019) sekitar pukul 23.15 WIB.

Hal tersebut dibenarkan Nanang Junaedi Ketua Rukun Nelayan (RN) Bojong Salawe, menurutnya korban terhempas gelombang saat akan membantu perahu rekannya yang nyaris tenggelam karena mengangkut ikan cukup banyak.

"Korban saat itu usai menolong prahu rekannya yang trouble, saat menepi dengan berenang, dan diperkirakan terseret obak, " jelas Nanang saat ditemui disela pencarian korban di Muara Bojong Salawe, Rabu sore (2/10/2019).

Dia mengatakan, saat kejadian dua perahu beriringan hendak memasuki muara Bojong Salawe. Satu perahu bernama Honda Jazz penuh terisi ikan. "Satu perahu (Jaya Abadi) kosong, karena nelayannya hanya memancing ikan (tidak menjaring)," jelas Nanang.

Menurut dia, nelayan di perahu kosong itu diajak pulang oleh rekannya yang menghasilkan banyak ikan usai menjaring. Nelayan yang hanya memancing diajak menurunkan ikan di pelabuhan.

Di perjalanan pulang, perahu Jaya Abadi sudah memasuki muara terlebih dahulu. Namun perahu Honda Jazz mengalami trouble.

"Perahu terendam air karena banyak memuat ikan. Jaring di atas perahu terbawa air hingga melilit kipas mesin. Mesin mati," kata Nanang.

Nelayan di perahu Honda Jazz meminta tolong kepada nelayan di perahu Jaya Abadi. Saat itu, korban turun dari perahu untuk memberikan pisau kepada nelayan di perahu yang mengalami masalah.

"Pisau akan dipakai untuk memotong jaring. Korban berenang. Namun belum sampai di perahu yang trouble, korban terhempas gelombang. Kebetulan arus di muara sangat kencang," jelas Nanang.

Menurut dia, sampai Selasa sore korban belum ditemukan. "Kita akan mencari sampai ketemu," katanya

Sementara, Kepala Kordinator POS Basarnas Tasikmalaya, IPTU Erwin Safrudin mengatakan pihaknya dibantu tim sar gabungan yang terdiri dari BPBD, SAR pangandaran dengan jumlah personil yang di turunkan dalam pencarian korban sebanyak 35 orang personil, dengan menggunakan perahu Jukung milik SAR pangandaran.

"kita akan fokus pencariannya pada titik lokasi yang diduga tempat kejadian, dan ke arah timur denga radius 2 km, dengan pertimbangan arus laut di permukaan dari BMKG juga informasi dari masyarakat nelayan setempat." ungkapnya

pencarian akan dilakukan hingga pukul 16.00 WIB. menunggu hasil dari pencarian bila hasil nihil, akan di lanjutkan hari berikutnya. ( andik st).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *