BANJARSARI. DUEL ADIK KAKAK, BERUJUNG MAOT

Print More
ilutrasi 01 - BANJARSARI. DUEL ADIK KAKAK, BERUJUNG MAOT

ILUTRASI

Mapolres, Radiopitalokafm.com -- Seorang kakak dibunuh adik kandungnya sendiri setelah sebelumnya terlibat adu mulut hingga terjadi perkelahian yang tidak dapat dihindari antara adik dan kakak yang berujung hilangnya nyawa seorang kakak, di Banjarsari.

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso, mengatakan perkelahian antara dua saudara kandung yang berujung  meninggalkan sang kakak, AAM bin HM Sofyan (36) warga Dusun Kubangpari, RT 008, RW 006 Desa Ciherang, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, polisi menetapkan NS yang juga adik korban menjadi tersangka pelaku pembunuhan.

Jelas Bismo, tersangka atas nama NS bin HM Sofyan pada Sabtu (14/09/2019) terlibat adu mulut dengan korban hingga terjadi perkelahian yang berujung dengan menghilangnya nyawa korban.

“Korban ini tidak terima dinasehati adiknya, karena korban sering menganiaya orang tuanya hingga terjadi perkelahian,” katanya.

Berawal dari kecurigaan warga yang melayat ke rumah duka bahwa kematian korban tidak wajar, untuk memastikan kecurigaan itu, Ketua RT setempat, Handoyo Sunarya melaporkannya ke pihak berwajib.

KAPOLRES CIAMIS 02 - BANJARSARI. DUEL ADIK KAKAK, BERUJUNG MAOT KAPOLRES CIAMIS - BANJARSARI. DUEL ADIK KAKAK, BERUJUNG MAOT

“Dari laporan itu kami tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan ke TKP dan melakukan otopsi. Akhirnya, tersangka menyerahkan diri dan mengakui segala perbuatanya karena kakaknya tidak terima dinasehati sehingga terjadi percekcokan yang dilanjutkan dengan perkelahian, akhirnya kakanya terbunuh,” kata Kapolres saat konferensi Pers di Halaman Mapolres Ciamis, didampingi Wakapolres Ciamis, Kompol Lalu Wira Sutriana, Kasat Reskrim, AKP Risqi Akbar, dan Kasubag Humas, Iptu Hj. Iis Yeni Idaningsih, Selasa (22/10/2019).

Menurut Kapolres, berdasarkan pengakuan tersangka, sebelumnya terjadi cekcok dengan kakaknya gara-gara tidak terima dinasehati, karena korban ini selalu menganiaya orang tuanya.

Dalam kasus ini, tersangka dijerat dengan Pasal 351 (3) KUHPidana tentang penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara dan Pasal 184 (4) KUHPidana tentang perkelahian satu lawan satu hingga mengambil jiwa lawannya dengan ancaman hukuman juga tujuh tahun penjara.( ast ).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *