BNN UNGKAP PABRIK NARKOTIKA BEKEDOK PABRIK SUMPIT DI KOTA TASIKMALAYA

Print More
BNN Ungkap Jaringan Narkotika A 1170x658 - BNN UNGKAP PABRIK NARKOTIKA BEKEDOK PABRIK SUMPIT DI KOTA TASIKMALAYA

Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari (Tengah)

KOTA TASIKMALAYA, radiopitalokafm.com -- Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap jaringan pembuat dan pengedar narkotika golongan I jenis paracetamol, caffeine, carisoprodol (PCC) di Kelurahan Gunung Gede, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, yang berkedok pabrik sumpit //

Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengatakan, Pada saat yang bersamaan hari Selasa (26/11), BNN berhasil penangkapan di tiga lokasi, yaitu di Kabupaten Kebumen, Kota Cilacap, dan Kota Tasikmalaya. Dari tiga tempat itu, sebanyak sembilan orang berhasil ditangkap. pengungkapan tersebut berkat  atas kerja sama BNN tingkat provinsi, kabupaten/kota, juga dibantu oleh aparat kepolisian, dengan pengintaian yang cukup lama.

"Di Tasikmalaya, adalah TKP produksi pembuatan obat-obatan dan juga narkoba yang telah diproduksI cukup lama. Jenisnya PCC," jelas Arman saat Press Conference  di lokasi penggerebekan sebuah rumah di Kelurahan Gunung Gede, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Rabu (27/11).

BNN Ungkap Jaringan Narkotika B - BNN UNGKAP PABRIK NARKOTIKA BEKEDOK PABRIK SUMPIT DI KOTA TASIKMALAYA

Lanjut Arman, dari hasil penangkapan itu, pihaknya berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa narkotika jenis PCC siap edar dan bahan untuk memroduksi PCC. Di Kota Tasikmalaya misalnya, BNN menyiya barang bukti narkotika jenis PCC merek Zenith yang disimpan dalam karung plastik dan beberapa dus pil merek Carnophen. Sementara di Kabupaten Kebumen, sebanyak dua dus atau sekitar 60 ribu butir PCC diamankan. Sedangkan di Kota Cilacap, mengamankan 43 dus atau sekitar 1,29 juta butir PCC dalam sebuah gudang. Selain narkotika PCC siap edar, BNN juga mengamankan alat-alat produksi dan bahan baku obat terlarang tersebut di Tasikmalaya.

Arman menambahkan, narkotika jenis PCC yang diproduksi di Kota Tasikmalaya itu kemudian disalurkan untuk disimpan di gudang, di wilayah Kota Cilacap, Jawa Tengah. Baru dari Cilacap, narkotika itu diduga disalurkan ke berbagai wilayah Indonesia melalui pelabuhan di Surabaya, Jawa Timur. Dan beberapa lokasi yang dituju adalah Pulai Kalimantan dan Pulau Sulawesi.

BNN Ungkap Jaringan Narkotika E - BNN UNGKAP PABRIK NARKOTIKA BEKEDOK PABRIK SUMPIT DI KOTA TASIKMALAYA

"Narkotika jenis Jenis ini sangat diminati anak muda karena harganya murah dan terjangkau, sehingga pasarnya menyebar hampir ke seluruh Indonesia, termasuk di kota besar di Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi," ungkapnya.

Kesembilan orang masih berstatus calon tersangka. Pasalnya, penangkapan baru dilakukan dalam kurun waktu 12 jam ke belakang. Namun, kesembilan orang itu akan diancam dengan pasal berlapis, di antaranya UU Kesehatan, Pasal 114 dan Pasal 124 UU Narkotika. Jika terdapat transaksi yang mengarah ke tindak pidana pencucian uang, mereka akan dikenakan Pasal 5 dan Pasal 10 UU Pencucian Uang.

" Minimal itu empat tahun penjara, maksimal hukuman mati," pungkasnya. (ast)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *